dunianyawira.co.cc

buat semua sahabat dunianyawira, inilah alamat baru yang sudah bisa dikunjungi…

dunianyawira.co.cc

semoga anda betah juga dirumah baru saya nantinya

 

dunianyawira

Buat semua sahabat dunianyawira yang sudah banyak memberi dukungan selama ini, terima kasih banget ya🙂

Sudah lama sebenarnya pengen pindah kontrakan nih, tapi baru sekarang akhirnya benar benar diputuskan untuk pindahan dan karena sampai sekarang pun masih dalam tahap persiapan jadi alamat barunya yang pasti juga belum bisa dipublikasikan saat ini. Yang pasti secepatnya akan segera diluncurkan deh🙂 so..tunggu kabar baru berikutnya aja dan maaf  kalau otomatis dalam beberapa saat berikutnya postingan diblog ini akan terhenti sementara

Love you all guys….

Semoga semua mahkluk berbahagia

dunianyawira

     Cerita ini sudah saya baca beberapa waktu yang lalu dan mungkin anda juga sudah pernah membacanya atau mungkin mendengar sebelumnya tapi tidak ada salahnya jika saya hadirkan kembali disini karena saya sendiri tanpa sengaja membaca ulang kisah ini dan menemukan kembali arti yang begitu cantik darinya, semoga saja nantinya juga akan berguna bagi anda

     Berawal disebuah kerajaan tempo dulu, dimana sang raja terkenal amat budiman bersama sang patih yang sangat bijaksana. Mereka berdua layaknya seperti sahabat. Kemana sang raja pergi maka patih akan senantiasa menemani namun ada sesuatu yang belum bisa dipahami oleh raja soal kebiasaan patih berkata kata” Selalu ada hal baik dalam semua kejadian” karena menurut raja sendiri pasti ada kejadian buruk yang tidak mengandung niat baik seperti pembunuhan, perampokan atau masih banyak lagi

     Suatu mereka berniat untuk pergi berburu, saat itu sang raja sedang mengasah tombak kebesarannya dan tanpa sengaja ia melukai ibu jari tangannya sendiri. Sambil menjerit kesakitan, sang raja masih sempat menanyakan pada sang patih tentang kejadian yang menimpanya barusan. “Selalu ada hal baik dalam semua kejadian” jawaban itu lagi yang diterima sang raja dari patihnya, tentu saja jawaban ini membuat raja naik pitam dan tanpa pikir panjang ia memerintahkan para pengawal istana untuk mengirim patih tersebut kedalam penjara. “Bagaimana patih, apa yang sekarang ingin kau katakan?” kata sang raja dengan wajah sinis berharap sang patih akan mengakui kesalahannya. “Selalu ada hal baik dalam semua kejadian” masih tetap jawaban yang sama yang diterima sang raja dari patihnya. Sang raja yang bertambah jengkel, meninggalkan patih dalam penjara dan pergi berburu seorang diri

     Pada saat berburu sendirian, sang raja tidak dapat menemukan hewan buruan segampang biasanya saat ia berburu bersama sang patih. Rupanya tanpa sepengetahuan raja, patih telah menyiapkan binatang binatang yang telah dilukai kakinya untuk dijadikan binatang buruan bagi sang raja sebelum mereka berangkat berburu. Tapi kali ini tidak bisa karena sang patih harus mendekam dipenjara. Hingga akhirnya menjelang sore hari sang raja baru bisa menemukan seekor kelinci untuk diburu, karena begitu gembira sang raja terus memburu kelinci tersebut hingga tanpa disadari ia telah melewati batas kerajaannya sendiri dan memasuki daerah kekuasaan suku kanibal yang terkenal buas. Akhirnya bukan mendapatkan kelinci sebagai hasil buruan justru sang raja tertangkap oleh suku kanibal tersebut

     Sang raja pun hendak dijadikan santapan malam oleh kepala suku kanibal tersebut, sebelum sang raja dipanggang dan selanjutnya disantap bersama sama. Kepala suku kanibal terlebih dahulu memeriksa kondisi calon hidangannya, begitu selesai memeriksa kondisi sang raja. Kepala suku justru melepaskan sang raja karena mereka dilarang memakan manusia yang memiliki cacat dibagian tubuhnya, maka selamatlah nyawa sang raja kali ini lantaran luka diibu jarinya tadi. Sang raja jadi teringat dengan kata kata patinya “Selalu ada hal baik dalam semua kejadian”. Begitu kembali keistana sang raja segera membebaskan sang patih

Every day may not be good, but there’s something good in every day

 

semoga semua mahkluk berbahagia

 

dunianyawira

Tidak ada seorangpun dari kalian mampu menyebutkan kapan aku berawal karena tidak juga satu diantara kalian berani mengatakan kapan aku akan berakhir. Nama pertama untukku sekarang telah tercipta, akulah yang tidak berawal dan tidak akan berakhir. Begitu kalian akan menyebut dan mendefinisikan aku dengan keyakinan terbaik setelah mengalahkan semua logika dan menyatukan segenap rasa. Tugasku saat itu hanya menjadi jawaban terakhir dari semua pertanyaan atas fenomena yang kalian temui

 

Waktu terus bergulir, kalian makin mendekat padaku. Akrab, karib lalu intim dan terakhir mengikatkan diri padaku. Tidak ada yang salah atau belum ada yang salah, sebelum akhirnya aku kalian formulasikan menjadi sebuah zat melebihi candu. Kalian bukan hanya tak sanggup hidup tanpa aku tetapi kalian mendaulat aku menjadi pengerajin raga, peniup nafas, pengisi jiwa dan arsitek kehidupan kalian. Seiring tugas yang bertambah, nama yang kalian sematkan padaku juga berimbuh, akulah si pencipta

 

Saat kehidupan yang kalian jalani berjalan nyaman, mulus dan terpapar bagai lukisan indah maka segala sembah sujud, puji dan syukur terus mengepul bagai kumpulan asap merangkak keatas dimana kalian membangunkan sebuah istana untuk aku disana. Namun kalian lupa bahwa aku adalah si pencipta yang menjaga segala ciptaanku seimbang, lihat saja aku hadirkan siang berpelukan dengan malam, aku lahirkan laki laki bergandengan dengan perempuan, aku kenalkan pertemuan diujung dengan perpisahan dipangkalnya, aku munculkan kehidupan berawal tangis dengan kematian berakhir sedu sedan. Jadi aku pun harus memberikan gerah, kerikil bahkan cadas pada kalian. Inilah dualisme yang aku sendiri takkan mampu membendungnya meski kukerahkan segenap kuasaku namun bagi kalian ini menjadi alasan lain untuk memberi nama baru untukku, maha adil

 

Lihat saja begitu banyak nama dan pekerjaan yang kalian tanggungkan padaku, hingga itu semua membuat nurani kalian tergerak. Melesat teramat cepat malah, kalian merasa harus membela keberadaanku, mempertahankan superioritasku, menambah ketenaranku, mengumandangkan semua namaku diseluruh belahan jagad raya. Aneh sekali. Jika sungguh kalian anggap aku si pencipta tunggal, mungkinkah aku akan tidak dikenal disetiap jengkal lahan ciptaanku sendiri? Jika aku sungguh maha adil atau maha segalanya, mungkinkah aku membutuhkan bantuan kalian untuk merampungkan semua tugasku? Jika aku satu satunya yang tidak berawal dan tidak akan pernah berakhir, mungkinkah segerombol dari kalian bisa membinasakan aku?

 

Lantas mengapa kalian kerap menggunakan aku sebagai dalih untuk saling berbenturan, bertabrakan hingga membunuh sambil meneriakkan namaku pula. Belum lagi dendam yang terbentuk selalu kalian wariskan pada generasi berikutnya, entah lewat senjata dipundak atau lewat doktrinasi cuci otak sejak usia dini atau bisa saja lewat barisan tulisan dan slogan yang berubah menjadi pupuk penyubur diladang kebencian. Ingat sedikit kebelakang saat kalian merakit bom atom lantas membumi hanguskan umat manusia lain yang kalian anggap musuh, jumlah korban dari bom atom itu mencapai jutaan jiwa namun bom itu hanya mampu mencabut nyawa semua yang ada dipermukaan bumi tetapi lihat bom dendam yang sekarang sedang kalian rakit, ini bisa membunuh ratusan juta bahkan mengakhiri kehidupan seorang bayi yang baru lahir karena harus hidup dengan penuh rasa dendam dan benci. Bom rakitan kalian ini yang akan membinasakan seluruh umat manusia

 

Seandainya kalian pikir aku menangis untuk salah satu dari kalian karena kalian mati untuk kebesaran namaku, kalian salah besar! Aku tidak akan pernah menangis untuk itu, mengiba pun juga tidak karena aku tidak pernah butuh pengakuan, pemujaan dan penyembahan seperti kalian. Tetapi aku akan selalu menangis meski itu tidak akan kulakukan, saat melihat kalian saling menghilangkan nyawa sia sia untuk aku yang sudah maha besar, maha kuasa, maha adil, dan maha esa. Kalian bukan berjuang untukku tetapi untuk rasa egois kalian sendiri

 

Ketahuilah bahwa akhirnya semua itu hanya makin menjauhkan kalian dari aku. Sampai kapan wabah ini kalian tularkan? Tak perlu kalian jawab, cukup kalian buktikan dalam perbuatan selanjutnya….

 

semoga semua mahkluk berbahagia

 

dunianyawira

“Ini masalah harga diri pak,kamu mungkin nda akan mengerti kalau belom mengalaminya sendiri”kata erik…”bayangkan aja,kamu kan tau..aku ini orangnya emosian,yang namanya berantem lawan siapa saja aku nda pernah ada kata takut tapi aku tetap punya prinsip kalau sama perempuan aku tidak akan pernah main tangan”

“Oo..itu prinsip yang bagus,aku setuju..terus sekarang apa masalahnya dengan harga dirimu?” aku mulai bertanya..”Emang ada cewek yang ngajak berantem,cowok aja belom tentu ada yang berani ma kamu apalagi cewek?”

“Nah itu masalahnya,kemaren aku cekcok sama pacarku waktu kita kekafe jadi ya agak mabuk juga waktu itu dan entah dia itu sudah mabuk berat atau gimana yang jelas perang mulut kemarin diakhiri dengan beberapa pukulan yang mendarat diwajahku ini” kata erik sambil masih merasa nda percaya dengan kejadian kemaren..

“Hmm..jadi sekarang kamu sebagai seorang laki laki merasa harga dirimu terinjak injak ya..hehehehe?” aku mencoba menarik kesimpulan dari ceritanya..
“Jelas lah!!kan tadi aku dah bilang tidak akan mukul perempuan jadi sekarang yang tersisa kan tinggal sakit aja pak,pukulannya sih nda bakal bikin aku K.O tapi perasaan sesak didada ini jauh lebih parah dan aku paling takut kalo nanti bisa jadi dendam buatku..huh” erik sedikit cemberut melihat aku yang kelihatan tidak membela sikapnya

“Kamu bisa aja sekarang tersenyum pak,karena kamu nda pernah merasakan sendiri” kata erik lagi sambil melirik kearahku..pikiranku pun segera melayang “bukan kamu saja yang pernah merasakannya rik” kataku dalam hati..

“Gimana oiii..? koq malah ngelamun sih dimintain pendapat nih?” kata erik sambil menepuk tanganku yang membuatku tersadar lagi..
“Hah..sori sori bos..hehehe..masalahmu tadi ya?” jawabku secepatnya..”Kalau aku sih gampang aja”..”Gampang gimana,ini serius lho” kata erik heran

“Menurutku itu semua kan cuma masalah egoisme aja pak” aku mulai menjelaskan
“Iya emang betul banget,cewek jaman sekarang egiosnya gede..nda bisa lagi menghargai laki laki seperti mama kita dulu kalau sama papa..bener kan?” erik mulai agak ceria merasa mendapat dukunganku

“Hmm..tapi bukan itu pak,justru masalahnya rasa egois dalam diri kamu sendiri” kataku
“Aku yang egois?? menurutmu begitu,yang bener aja donk..baru kali ini aku dipukul orang nda bales sama sekali..masih dibilang egois!!” langsung hilang lagi senyum diwajah erik barusan

“Bagian mana yang dipukul?”tanyaku..”Mukaku ini”jawab erik sambil menunjuk tepat dimukanya..”Itu cuma sekedar wajah,bukan kamu rik” kataku sambil menatap erik yang mulai heran..”Coba tunjukkan padaku yang mana adalah kamu?” kataku lagi dan erik semakin bingung sambil berpikir dia menunjuk dadanya sekarang..”Itu kan bagian tubuh yang disebut dada rik,bukan kamu..kamu hanya akan menemukan tangan, kaki, dada, wajah,kepala bahkan usus didalam perut tapi kamu tidak akan menemukan kamu atau aku begitu pun harga dirimu yang kamu banggakan itu”

“Hanya karena rasa egois kita sendiri atau karena ke-aku an kita sendiri yang akhirnya memunculkan nafsu..nafsu ingin dipandang lebih dari yang lain, nafsu ingin memiliki, nafsu ingin membalas rasa sakit..tetapi saat kita sadar bahwa sebenarnya tidak ada aku dalam diri kita maka semua nafsu itu pun tidak akan ada lagi”

Koreksi pada diri sendiri harus selalu kita lakukan pertama
Percuma kita taklukkan ribuan orang jika kita tidak bisa mengalahkan diri sendiri karena itulah musuh terberat yang sesungguhnya

Terima kasih sahabat karena telah membuatku semakin mengerti bagaimana membuat hidup ini menjadi lebih baik

Semoga semua mahkluk berbahagia

 

dunianyawira

Bukan lantaran terbawa hembusan angin darat atau perintah bisikan lirih yang terdengar sayup sayup, semalam saat aku masih menyisakan secuil kesadaranku diujung kelopak mata. Hingga siang ini sepasang kakiku tertanam diantara gundukan pasir pesisir, sesekali menikmati sapaan lembut gulungan riak bergelombang. Tidak ada yang aku cari memang dari perjalananku kali ini, jadi aku membebaskan pengelihatanku untuk berkelana kemana saja mereka mau. Benar benar lepas

Beberapa menit sekali aku, terpejam sesaat untuk sekedar menyapa batu karang, tersenyum pada sebatang pohon kelapa atau berbicara pada matahari agar sedikit mengurangi sinarnya. Lalu saat aku membuka mata kembali, tepat kulihat dari arah kiri berkejaran dua orang bocah lelaki, masih sekitar umur 10 tahun, dugaanku. Yang seorang memang berbadan sedikit lebih besar tapi raut wajah mereka jelas menampakkan usia mereka yang sebanding. Tawa mereka terdengar begitu lantang bahkan gemuruh ombak pun tak mampu mengurung suara mereka. Pandanganku segera mengikuti tingkah kedua bocah tadi, seolah ingin sedikit mencuri rasa gembira yang dimilikinya

Belum hilang dari batas mataku, tiba tiba bocah yang berbadan lebih besar mendorong yang lebih kecil, entah sengaja atau tidak tapi menurutku itu hanya gerakan spontan anak kecil yang merasa lelah mengejar sahabatnya yang berlari lebih cepat. Bocah yang lebih kecil akhirnya tersungkur, jangan bilang aku sadis karena aku hanya tertawa kecil saat melihat adegan barusan. Kalian belum melihat aksi klimaks dari drama ini. Si kecil segera bangkit, rona mukanya memang sedikit terlihat kesal tapi sama sekali tidak ada bara dendam dipancaran matanya, pelajaran indah yang harus kita ingat seterusnya. Si besar menunggu beberapa saat, meski tidak ada kata maaf yang terlontar tetapi jika kalian melihat sendiri mimik wajahnya, kalian pasti setuju denganku bahwa penyesalan dan rasa bersalah yang sekarang bersandar dibahunya jauh lebih berat dari beban untuk membuka mulut dan meminta maaf

Aku yang mulai penasaran dengan kelanjutan peristiwa ini, memutuskan untuk beranjak dan berjalan mendekat kerah mereka. Aku merasa sedikit bingung saat menyaksikan si kecil berlagak menuliskan sesuatu diudara, kemudian usai dengan tulisan tadi dia membalikkan badan kearah sahabatnya. Sebuah senyuman yang begitu murni akhirnya memecahkan kebisuan diantara mereka berdua yang sudah terjadi lebih dari tiga menit itu. Mereka kembali bermain bersama. Heran, apa yang dituliskan si kecil tadi pikirku. Mantra, anak anak kecil seperti mereka mana ada urusan dengan hal hal magis atau doa, tapi doa apa yang bisa ditulis begitu singkat. Belum rampung otakku bekerja mencari jawaban yang lebih logis, sekarang gantian aku melihat si besar yang kebingunggan, rupanya tanpa sengaja tadi dia mengusap satu matanya dengan tangan yang penuh pasir dan sekarang dia hampir menangis merasakan pedihnya.

Si kecil berlari mendekat dan segera menolongnya, sambil terus meniupkan nafasnya kerah mata sahabatnya, dia juga sekali kali berkata kata untuk menghibur. Tidak lama, usahanya membuahkan hasil, si besar sudah bisa tersenyum lagi meski beberapa butir ait matanya masih menempel dipipi. Dan kali ini sebuah ucapan terima kasih langsung terdengar dari bibirnya, rupanya tidak hanya orang dewasa, anak anak kecil pun terkadang merasakan lebih susah untuk meminta maaf dibanding berterima kasih. Si kecil hanya mengangguk dan tersenyum, kemudian untuk kedua kalinya aku melihat si kecil berlagak menuliskan sesuatu lagi diudara. Apa lagi yang dituliskannya kali ini?

Karena tetap tidak menemukan jawaban yang bisa memuaskan pikiran dan batinku sendiri, akhirnya aku putuskan untuk menghampiri mereka berdua. Dengan sebuah sapaan ramah, aku memulai percakapan dengan mereka hingga akhirnya aku berkesempatan untuk menanyakan langsung pada si kecil, apakah gerangan yang dituliskannya diudara dua kali tadi? Ini jawabannya…

Lanjut Baca »

Ada beberapa menit dalam hidupku yang kulewatkan sendirian dengan melakukan aktifitas duduk diam, rileks menjaga keadaan sekitar tetap tenang, membiarkan sejenak pikiran ini bertamasya menjelajah hamparan gurun kenangan lalu sekedipan mata kemudian pikiran ini melesat melebihi kecepatan suara bahkan cahaya berpindah galaksi menghampiri sebuah planet dimana semua impianku sudah terrealisasi jadi aku tidak sedang bersamadi. Meski aku berani berasumsi bahwa kenikmatan yang tercipta hanya tinggal beberapa puluh tingkat dibawah pertapa yang mencapai arahat. Tidak rutin memang aku lakukan tetapi semua perabotan dalam kamarku sudah tidak lagi merasa heran jika menemukan aku dalam kondisi ini. Inilah saat saat dimana aku sedang menikmati sepotong atau sebatang coklat. Iya coklat… Benar, yang aku maksud juga kembang gula coklat! Lebih dari sekedar makanan favorit, bagiku coklat punya pengaruh psikologis, bernilai historis bahkan mengajari banyak makna filosofis 

Seperti yang terjadi detik ini, indera pengecapku sedang dibuai oleh rasa manis yang tidak terlalu pekat, berbaur rasa pahit yang bukan getir dengan komposisi tepat 55:20 dan 25 sisanya adalah rasa yang tidak aku temukan pada urutan daftar ingredients dibalik bungkusnya tetapi justru rasa dengan porsi 25% inilah yang mampu menciptakan sensasi yang sudah cukup lama dirindukan langit langit mulut dan sisi atas lidahku 

Lantas jika terpaksa harus kulukiskan keadaan dalam rongga gelap itu, akan persis seperti menyalakan sebatang lilin ketika lampu padam, mendadak kita merasa lega, merasa tenang dan nyaman berhasil mengusir gelap meski cuma disalah satu sisi ruangan. Demikian sepotong coklat yang kubiarkan meleleh lamat lamat hingga lumer tererosi oleh liur, kemudian menggumpal menyatu mengalir kearah kerongkongan segera berubah menjadi gerimis disebagian kecil sahara berbatas cakrawala. Catat! Hanya coklat dengan merk berbau nama seorang meneer belanda yang bisa bermutasi seperti itu buatku 

Aku sendiri bingung, kenapa hanya coklat berbandrol ini yang bisa begitu. Coklat coklat import dari empat benua lain atau coklat coklat terbaik racikan lokal, semua yang pernah berselancar diatas lidahku tidak satu pun mampu menghadirkan harmonisasi seperti ini. Komposisi pas, kolaborasi istimewa. Jangan jangan indera pengecap miliku sudah terhipnotis, terhalusinasi, terobsesi 

Beberapa orang yang pernah mencicipi coklat merk ini, tidak ada yang terkesima pada rasanya seperti aku. Gadis yang memberikan coklat ini padaku juga bilang: “Aku hanya asal pilih satu diantara belasan jenis coklat yang berbaris rapi disalah satu rak supermarket 24 jam, tidak ada yang special. Hmm..bisa jadi sampulnya coklat ini lebih menarik dibanding coklat yang ada disisi kanannya yang hanya dibungkus gambar ayam jantan meski sudah pasti itu bukan coklat prancis. Lagipula aku tau, kamu monster coklat yang doyan semua jenis coklat” Jadi dugaanku makin mendekati kepastian, aku mulai ketergantungan, addicted dengan kembang gula merk ini 

Sebenarnya masih ada satu lagi rahasia..sstt..tapi ini ra-ha-sia. Jauh sebelum gadis itu menghadiahi aku coklat ini, aku sudah pernah mencobanya tapi nuansa rasa yang terlahir hanya manis dan pahit. 25% spektrum rasa tanpa nama yang bagiku lebih kerasa seperti ion ion bermuatan listrik itu tidak pernah hadir menyengat lidah, kerongkongan apalagi membuahkan kerinduan untuk mencarinya kembali. Entahlah kenapa bisa begitu. Cuma satu yang pasti aku mengerti, kini aku tidak pernah lagi menikmati coklat itu jika bukan pemberiannya

Lanjut Baca »

Bila rasa ini menghampirimu..ikuti dan…

Enggan berkedip saat menatap elok parasnya, kendati akhirnya membutakanmu…
Mencium harum tubuhnya merasuk dalam hidungmu, kendati akhirnya menyesakkanmu…
Terbuai alunan nada mendengar untaian kata katanya, kendati akhirnya menulikanmu…
Terlelap nyenyak dalam mimpi kekaguman sempurna, kendati akhirnya membunuh semua inderamu…

Sadarilah cinta telah memanggilmu…

Bila rasa ini menghampirimu.. nikmati dan…

Menatapnya lebih dalam seiring waktu bergulir, kendati parasnya kini dihiasi keriput…
Menghirup semua aroma tubuhnya, kendati harumnya telah bercampur keringat…
Mendengar setiap kata dari mulutnya, kendati tak selalu kidung surga yang terucap…
Terbangun dari tidur berselimut ketakjuban, kendati kemilau sinarnya tak ada disemua sisi…

Tersenyumlah cinta telah membukakan pintunya untukmu…

Bila rasa ini menghampirimu..syukuri dan…

Menatap tanpa berkedip setiap senyumannya, kendati bukan kau yang akan menikmatinya setiap hari…
Menghirup harum tubuhnya di setiap tarikan nafas, kendati bukan dia yang akan menemani hembusan nafas terakhirmu…
Mendengar semua nyanyian dari hatinya, kendati bukan lagu rindu untukmu yang disenandungkan…
Menemani hingga terjaga dari tidurnya, kendati bukan kau yang diharap disampingnya…

Berbahagialah cinta telah mengajakmu tinggal bersamanya… 

 

dunianyawira


Semua pasti tau siapa Muhammad Ali..dan semua pasti setuju kalo dia dipilh sebagai petinju terhebat sepanjang sejarah dan sepanjang masa..tapi mungkin sedikit yang tau kenapa dia bisa jadi yang terhebat dan terbesar sampai sekarang…The Greatest Ever

Dilihat dari rekor menang-kalah, ada Rocky Marciano yang nda pernah kalah sepanjang karir bertinjunya..jadi pasti bukan hanya karena itu…
Dilihat dari kemampuan untuk meng-KO lawannya,masih ada si leher beton Mike Tyson yang sering memukul KO lawannya pada ronde pertama..jadi pasti bukan juga karena itu…
Dilihat dari faktor usia,ada George Foreman yang pernah jadi juara dunia kelas berat tertua dan Tyson sebagai juara dunia kelas berat termuda…Terus apa yang bikin Muhammad Ali selalu jadi The Greatest…

ini sebabnya

Sebelum pertandingan Muhammad Ali selalu berkoar pada semua wartawan saat konfrensi pers bahwa dia akan memukul KO lawannya di ronde sekian..dia juga selalu berteriak berulang ulang “I’m the greatest”…”I’m the greatest”…

Ini adalah input positif yang selalu ditanamkan dalam dirinya…lalu apa cukup hanya dengan itu untuk jadi The greatest? jelas TIDAK… buktinya Muhammad Ali sering kalah juga bahkan pernah juga kalah KO dari lawannya teteapi justru disinilah hebatnya dia,biarpun ada kalanya semua ucapannya tidak terbukti sampai sampai para wartawan kala itu menjulukinya si mulut besar…tapi dia tetap yakin pada dirinya sendiri bahwa dia yang terbesar… 
Saat dia menentang agresi militer Amerika ke Vietnam dan menolak dipanggil untuk turut dalam wajib militer..dia rela melepas sabuk gelar juara dunia kebanggaannya..bahkan surat ijin bertinjunya pun dicabut..ini berarti dia juga kehilangan mata pencahariannya..
Ini membuktikan dia bukan hanya sekedar atlet tinju profesional tapi lebih dari itu dia adalah seorang public figure yang memegang teguh prinsipnya..

Ada satu pertandingan Muhammad Ali yang saya anggap sebagai pembuktian bahwa dia memang layak disebut The Greatest..saat melawan George Foreman di Afrika,pertandingan ini dilaksanakan setelah ia mendapatkan kembali ijin bertinjunya dan ini adalah perebutan galar juara dunia kelas berat dimana Muhammad Ali sebagai penantang… 
Dan anda tau??sepanjang pertandingan tersebut Muhammad Ali hanya bertahan dari serangan Foreman tanpa mampu memberikan serangan balik yang cukup berarti,rasanya saat itu semua orang sudah yakin bahwa Ali pasti kalah…tetapi apa yang terjadi Muhammad Ali membalikan semua dugaan orang..Ali menang dari Foreman dengan kemenagan KO dan merebut kembali juara dunia kelas berat yang pernah ia lepas…He is The Greatest Ever..

Sekarang kita tau untuk jadi yang terbesar dan terhebat..tidak perlu menjadi genius,tidak perlu menjadi fantastis,tidak perlu menjadi perfect

Cukup seperti Muhammad Ali…yakin pada diri sendiri mampu mewujudkan impiannya,tidak peduli berapa berapa banyak pukulan yang diterima tiap ronde dia tetap bertahan,tidak peduli berapa kali jatuh dalam satu pertandingan dia selalu bangkit lagi,tidak peduli berapa kali kalah sepanjang karirnya dia tetap berusaha menjadi lebih baik…

Perjuangan kita dalam hidup hanya akan berakhir saat kita tidak mau bangkit lagi dari keterpurukan, selama kita masih terus berdiri lagi maka perjuangan itu belum usai…

Saya yakin setiap orang bisa menjadi Muhammad Ali dalam hidupnya….

dunianyawira

the wednesday letters

the wednesday letters

Sudak cukup lama saya nda kasih resensi buku soalnya emang belum dapet yang isinya lumayan untuk direkomendasikan sampai beberapa hari yang lalu, saya dapet pinjaman ( dengan sedikit memaksa sih hehehe) dari seorang sahabat dunianyawira. Dapet pinjeman 2 buku, soulmate.com sama the wednesday letters. Yang mau saya kasih resensi adalah buku yang kedua, karena buku ini lebih punya nilai plus dari yang pertama walau bukan berarti yang pertama jelek lho..silakan cari pinjeman sendiri aja buat soulmate.com nda rugi juga koq baca buku itu…🙂

The wednesday letters ini tetep novel bertemakan cinta, tema ini emang jadi komoditi yang paling laris sepanjang masa dan bahan yang nda pernah habis buat dibahas juga. Tapi saya menemukan ide unik dari sang penulis, imajinasinya untuk menceritakan seorang suami yang begitu mencintai istrinya sampai ia memutuskan untuk selalu menulis surat pada istrinya sekali setiap minggu, dihari rabu. Kebiasaan ini dimulai dimalam pernikahan mereka sampai akhirnya ia meninggal dunia, jadi ada ribuan surat yang ia tulis untuk sang isti selama kurang lebih 39th pernikahan mereka. Luar biasa bukan!!

Alur cerita buku ini juga cukup mengejutkan sehingga kita tidak cepat bosan karena sudah merasa tahu ending ceritanya seperti apa, buku setebal 332 halaman ini kelar saya baca sehari semalam koq saking penasarannya (dikejar deadline sama yang punya juga🙂 )

Selanjutnya cover buku ini juga termasuk eksentrik karena dibikin berbentuk sebuah amplop (khusus yang edisi bahasa indonesia, kalo versi aslinya malah biasa aja) jadi menurut saya, novel ini termasuk pantas untuk dikoleksi. Saya berikan kutipan salah satu surat yang ditulis pada malam pernikahan oleh tokoh Jack Cooper untuk istri tercintanya, Laurel Cooper…

 

16 juni 1948

To Ny.Cooper


Percayakah kau bahwa akhirnya kita menikah juga? Kita sudah menikah! Betapa indahnya hari ini. Sekarang pukul 11:50 malam dan diseberang ruangan, kau sedang terlelap dalam tidur. Apa kau tahu bahwa malaikat juga bisa mendengkur? Aku baru tahu kalau ternyata mereka bisa mendengkur. Aku mengetahui ini karena kau juga mendengkur, dan kau adalah malaikatku.


Aneh sekali, aku tidak pernah kalau wanita juga bisa mendengkur. Kau pasti membenciku karena berpikiran seperti ini tapi apa yang dapat kau lakukan sekarang? Kita sudah menikah dan kau harus menerimaku apa adanya!


Aku sudah berjanji hari ini digereja dan aku akan berjanji lagi padamu malam ini. Mulai sekarang, aku akan menulis surat padamu setiap minggu. Dimana pun kita berada, entah didua sisi benua yang luas ini atau didalam ruang tamu yang sempit. Aku pasti akan menulis surat padamu. Tadinya, aku ingin menyimpan sebuah jurnal tapi aku tidak akan bisa konsisten menulisnya. Siapa juga yang ingin membacanya? Surat adalah hal lain. Surat mampu bertahan ditengah perputaran waktu.

 

Lanjut Baca »

Laman Berikutnya »