Posts Tagged ‘puisi’

Bila rasa ini menghampirimu..ikuti dan…

Enggan berkedip saat menatap elok parasnya, kendati akhirnya membutakanmu…
Mencium harum tubuhnya merasuk dalam hidungmu, kendati akhirnya menyesakkanmu…
Terbuai alunan nada mendengar untaian kata katanya, kendati akhirnya menulikanmu…
Terlelap nyenyak dalam mimpi kekaguman sempurna, kendati akhirnya membunuh semua inderamu…

Sadarilah cinta telah memanggilmu…

Bila rasa ini menghampirimu.. nikmati dan…

Menatapnya lebih dalam seiring waktu bergulir, kendati parasnya [...]

waktu

Aku memang tidak pernah menyapamu tapi bukan berarti aku tidak peduli padamu dan juga jangan kamu anggap aku bisu karena aku bicara tidak lewat kata dan rasa
Lalu saat aku tak menjawab pertanyaanmu itu tidak berarti aku segan mendegarkan keluh kesahmu karena aku selalu ada untukmu tanpa perlu kamu memanggilku. Justru aku heran kenapa kamu pikir aku [...]

dinding itu membuatku cemburu ketika engkau selalu terlelap sambil berbagi cerita padanya 
aku pun harus puas merayu rambutmu atau bermesraan dengan wangimu yang terasa begitu legit dihidungku 
delapan detik kemudian tubuhmu terguling menghadap padaku dan silhuet wajahmu berhasil tercuri kedua biji mataku 
kuurungkan niatku mendekapmu saat bibirmu berkata “Napa…” dengan suara parau perlahan 
hanya desah nafasku yang terdengar bersama senyuman [...]

Kubentuk sebuah orkestra dari desir angin lantas kutiupkan padamu sembari kuperintahkan mereka bersenandung lembut mengantarmu terlelap dalam buai aroma cinta yang memenuhi rongga nafasmu
Kukirimkan pula selembar selimut berbahan arak arakan awan putih untuk membalutmu hingga engkau lebur bersama kesejukan nyanyian rinduku
Tetapi aku enggan menjadi bayang bayang yang selalu mengikuti langkah kakimu karena itu tak akan [...]

Lelaki tanpa nama

Seperti dikisahkan padaku tentang seorang lelaki tanpa nama yang mencoba membingkai jantungnya untuk dijadikan persembahan pada peri perempuan yang saat ini menjadi penguasa jiwanya
Matahari terusik dari tidurnya kala rembulan mulai berjalan pulang dan duduk hening seorang laki laki dibawah siraman lampu kota Jogja
Terjepit disela bibir sebatang Gudang Garam filter tanpa bara diujungnya. Pikiran lelaki itu [...]

Ramah menyapa kulit batangku sinar mentari pagi ini
Angin pun membelai mesra setiap helai rambut di pucuk pucuk rantingku
Tengoklah sekelilingku begitu sempurna istana baruku
Nyanyian para bidadari terlantun menjelma dalam gulungan ombak
Aku sungguh beruntung tumbuh ditanah tempat dewa dewa memanjakan diri mereka
Akarku harus segera kutancapkan lebih dalam biar menyatu bersama para humus
Namun sepi masih kerap menjamah kala rembulan menikahi malam
Daun [...]

1701

Setiap tatapan yang terlahir dari tarian bola matamu,menyanyikan kidung damai mengusap lembut warna coklat jiwaku..
Aroma baru wewangian tubuhmu belum lekat dihidungku namun mampu membius lidahku kelu tak bersuara..
Rasa ini telah kupenjara lebih dari seribu hari dan kini haruskah kubiarkan berlari bebas atau tetap berteriak diantara sekat dinding egoku..
Aku dengar goresan kuas hatiku melukis kembali manis [...]

Apabila semua rasaku padamu adalah sayang,telah kupanggil benci mengapa ia tak kuasa membunuhnya..
Membayangkan engkau menjadi rembulan setia mengitari bumi,bumikah aku..
Enggan kehilangan dirimu,memilikimu tak juga puaskan jiwamu ..
Lari aku menjauhimu,melekatkan bayangmu ditiap langkah kaki ini..
Ingkari seluruh haus rinduku padamu hingga dahaga akanmu merajaiku..
Awan sahabatku menyapa lembut lewat hujan,kenapa gerimis terasa dikulitku..