Posts Tagged ‘cinta’
“Ini masalah harga diri pak,kamu mungkin nda akan mengerti kalau belom mengalaminya sendiri”kata erik…”bayangkan aja,kamu kan tau..aku ini orangnya emosian,yang namanya berantem lawan siapa saja aku nda pernah ada kata takut tapi aku tetap punya prinsip kalau sama perempuan aku tidak akan pernah main tangan”
“Oo..itu prinsip yang bagus,aku setuju..terus sekarang apa masalahnya dengan harga dirimu?” [...]
Bukan lantaran terbawa hembusan angin darat atau perintah bisikan lirih yang terdengar sayup sayup, semalam saat aku masih menyisakan secuil kesadaranku diujung kelopak mata. Hingga siang ini sepasang kakiku tertanam diantara gundukan pasir pesisir, sesekali menikmati sapaan lembut gulungan riak bergelombang. Tidak ada yang aku cari memang dari perjalananku kali ini, jadi aku membebaskan pengelihatanku [...]
Ada beberapa menit dalam hidupku yang kulewatkan sendirian dengan melakukan aktifitas duduk diam, rileks menjaga keadaan sekitar tetap tenang, membiarkan sejenak pikiran ini bertamasya menjelajah hamparan gurun kenangan lalu sekedipan mata kemudian pikiran ini melesat melebihi kecepatan suara bahkan cahaya berpindah galaksi menghampiri sebuah planet dimana semua impianku sudah terrealisasi jadi aku tidak sedang bersamadi. [...]
Bila rasa ini menghampirimu..ikuti dan…
Enggan berkedip saat menatap elok parasnya, kendati akhirnya membutakanmu…
Mencium harum tubuhnya merasuk dalam hidungmu, kendati akhirnya menyesakkanmu…
Terbuai alunan nada mendengar untaian kata katanya, kendati akhirnya menulikanmu…
Terlelap nyenyak dalam mimpi kekaguman sempurna, kendati akhirnya membunuh semua inderamu…
Sadarilah cinta telah memanggilmu…
Bila rasa ini menghampirimu.. nikmati dan…
Menatapnya lebih dalam seiring waktu bergulir, kendati parasnya [...]
Jejak kaki kalian akhirnya harus saling berlawanan arah. Kau lelaki pelindungku, memilih berlari mengikuti mentari sedangkan engkau perempuan penyejuk jiwaku lebih memilih untuk menelusuri bumi mencari cahaya rembulan. Bagi kalian terus beradu punggung adalah pilihan terbaik, setidaknya kalian bisa terus melangkah daripada harus statis disatu titik untuk selalu bergandengan. Lantas apa pilihan untukku? Aku yakin [...]
Berdiri didepan cermin, bola matamu merambat turun dari ujung kepala kearah pangkal mata kaki. Seperti sebuah mikroskop super canggih, tidak satu mili pun dari onggokan daging yang berdiri tegak ditopang tulang belulang itu luput dari pengamatanmu. “Siapa yang ingin kamu pilih sebenarnya?” tanyaku padamu meski aku sudah tau jawabannya tidak pernah berubah
Pertanyaan yang sama itu [...]
Suara Rei melaju dengan kecepatan tinggi keluar dari lubang angin diatas daun pintu kamar mandi dan mendarat beberapa centi dibawah daun telinga seorang perempuan yang hampir saja menjatuhkan mangkuk berisi sayur asam panas yang digenggamnya. Segera ia berjalan cepat setengah berlari menuju arah suara tadi yang sudah memanggil namanya sekali lagi. Pintu kamar mandi itu [...]
Bulan Desember tak akan pernah terasa sama lagi buatku, bulan bungsu setiap tahun yang biasanya penuh perayaan kudus bagi mereka yang menyambut hari kelahiran seorang yesus atau hingar bingar diseluruh belahan bumi merayakan bertambah tuanya planet tempat kita tinggal ini. Justru sekarang desemberku telah bermutasi dengan tragis menjadi salah satu bulan yang ingin aku hapus [...]
”Untuk apa kamu minta waktu berpisah sementara? Selama ini kita baik baik saja” suara Clara sedikit meninggi, sedangkan seorang pria yang dipanggil dengan nama Han tadi tetap duduk diam membisu. Tetapi sepasang mata Han jelas mengucapkan ratusan kata pada kekasihnya itu. “Aku heran, alasan kamu sama sekali ngga masuk akal Han“ kata Clara lagi sambil [...]
dinding itu membuatku cemburu ketika engkau selalu terlelap sambil berbagi cerita padanya
aku pun harus puas merayu rambutmu atau bermesraan dengan wangimu yang terasa begitu legit dihidungku
delapan detik kemudian tubuhmu terguling menghadap padaku dan silhuet wajahmu berhasil tercuri kedua biji mataku
kuurungkan niatku mendekapmu saat bibirmu berkata “Napa…” dengan suara parau perlahan
hanya desah nafasku yang terdengar bersama senyuman [...]

































