Jejak kaki kalian akhirnya harus saling berlawanan arah. Kau lelaki pelindungku, memilih berlari mengikuti mentari sedangkan engkau perempuan penyejuk jiwaku lebih memilih untuk menelusuri bumi mencari cahaya rembulan. Bagi kalian terus beradu punggung adalah pilihan terbaik, setidaknya kalian bisa terus melangkah daripada harus statis disatu titik untuk selalu bergandengan. Lantas apa pilihan untukku? Aku yakin kalian sudah menyiapkan jawaban terbaik juga untuk pertanyaanku. Ahh…ini rupanya pilihan terbaik yang kalian berikan, aku boleh berlindung pada matahari atau bernaung dibawah bulan. Tapi tidak keduanya

Apakah sebagai gadis kecil yang hadir dari benih cinta kalian, aku ini terlalu serakah jika menginginkan keduanya? Aku ingin menjadi bumi. Terus mengitari matahari karena darinya aku bisa belajar menjadi sumber kehidupan bagi mahkluk lain dan aku pun tak ingin lepas dari kawalan rembulan karena dialah sandaranku satu satunya saat batin ini merasa nelangsa. Tapi kalian justru bagai siang dan malam yang tak pernah bisa hadir bersamaan dalam duniaku. Simpang jalan manapun yang akhirnya harus kutempuh pasti meninggalkan pahatan yang teramat dalam disalah satu katup jantungku. Aku menangis ketika menapaki jalan pilihanku, menjauh dari rembulan

Sang waktu menjadi satu satunya pihak yang selalu ada disisiku, perlahan tapi pasti ia mengeringkan lara jiwaku. Aku terus berusaha mengerti semua alasan kenapa kalian harus berpisah tetapi segala upayaku semakin melekatkan ketakutan dalam diriku. Ketika aku beranjak dewasa, rasa takut itu sudah bermetafora menjadi bayanganku, gelap dan tak bisa kulepas. Aku berjanji jika nanti tiba waktuku, akan kuciptakan dunia yang tak lagi menjadikan sifat egois sebagai porosnya. Getir itu tak ingin kukecap sekali lagi dalam kehidupanku kali ini

jasmine_sm

 

Aku berdiri dihadapan altar suci, berdampingan dengan pria yang kupilih untuk bersama sama menghabiskan sisa hidupku. Usai mengucap janji kudus, semoga hanya maut yang memisahkan kita berdua, aku menoleh kebelakang. Tampak dibarisan paling depan, lelaki pelindungku yang meniupkan nafas kehidupanku kedunia ini. Engkau masih terlihat begitu gagah meski aku tau kamu sangat lelah, tiga kali dirimu mencoba mencari pelabuhan tambatan sampanmu namun ombak dan badai selalu menghempaskan kembali kelautan

Tidak lama lagi kau akan mencoba berlabuh kembali, keempat kalinya… maksudku terakhir kalinya, karena kata kata itu yang selalu kupanjatkan dalam setiap doaku. Aku hanya ingin melihatmu bahagia diusiamu yang mulai senja jadi melupakan sejenak ketakutanku pada sebuah ikatan cinta adalah hadiah dariku untukmu

 

Continue Reading »

Udah mau pulang dari blogging malah nda taunya ada PR dari mba ika jadi karena tidak baik menunda pekerjaan yang bisa dilakukan hari ini buat besok, langsung deh saya kerjain dengan kondisi mata yang udah tinggal 5watt :)

*How old is your mother?
61 years old
*What do you call your mother?
mama
*How is your relationship with your mother?
great..
*Does she have another other children other than you?
ada banyak, aku kan 5 bersaudara
*Is she a good cooker?
buatku iya, aduh jadi kangen masakan mama nih :)
*Where was she raised?
Jogjakarta
*Do you love your mother?
Very very much…she is my number one..
*When was the last time you saw your mother? beberapa bulan yang lalu, mama udah pindah kebekasi …….
*What is her favorite TV show? talk show
*What is your mother favorite restaurant? nda ada tuh, lebih seneng masak sendiri
*Does your mother work? masih koq, bikin roti
*What kind of music does she like? Elvis Presley, she loves it much
*What is your mother’s favorite store? nda ada juga, jarang shoping
*Does she know who britney spears is? sekilas sekilas pasti tau, up to date lho mamaku
*What is her favorite color?
white…
*Where is your mother right now?
Cikarang with my dad, all my sist and bro 
*What did you give your mother for mother’s day? Nothing…but she always know that i love her much…
*Your mother is..
The best woman i’ve ever met… she is my everything…

Dan sudah jadi hukumnya kalo PR ini wajib dilanjutkan ke blogger yang lain… buat yang aku tulis dibawah silakan dikerjakan ya :)

1. kweklina

2. fatamorgana

3. pibel

4. syelviapoe3

5. putrinegriangan

6. bang bonar

ok deh..udah nda kuat nih mata :) buat yang dapet PR, selamat bekerja ya….

 

dunianyawira

separo dirimu

Berdiri didepan cermin, bola matamu merambat turun dari ujung kepala kearah pangkal mata kaki. Seperti sebuah mikroskop super canggih, tidak satu mili pun dari onggokan daging yang berdiri tegak ditopang tulang belulang itu luput dari pengamatanmu. “Siapa yang ingin kamu pilih sebenarnya?” tanyaku padamu meski aku sudah tau jawabannya tidak pernah berubah

Pertanyaan yang sama itu juga yang selalu kamu tanyakan pada dirimu sendiri bukan? Entah sekali, dua kali, lima kali kadang bisa puluhan kali sehari. Kemudian selalu sebuah gelengan lemah yang muncul sebagai jawaban. Jadi sudah lama kalimat tanya itu berevolusi menjadi kalimat retorik buat kamu dan aku

Aku ingat pertemuan pertama kita. Dalam balutan kemeja lengan panjang hitam, badanmu yang tetap tegap meski dalam posisi duduk nampak makin elegan dan rambut rambut kaku didagu yang sengaja kamu biarkan tumbuh cepak tanpa aturan juga tidak mengurangi kesan rapi penampilanmu sore itu. Belum lagi senyum crispy yang kamu berikan pada wanita muda yang sudah terlebih dulu duduk dihadapanmu jelas bikin aku iri. Ada aku disampingmu.

Semua pesona..hmm..lebih pas aku bilang kharismamu. Bekerja bak virus rabun senja buatku sampai sampai aku tak acuh dengan cicin yang terlingkar dijari manismu. Barangkali bisa lebih dari duapuluh dua detik aku merampok pandang padamu jika saja kamu tidak mengejutkan aku dengan sapaan basa basimu. Usai menjawab dengan kalimat asal comot saja dari dalam kepala, aku jadi bertanya tanya dalam hati. Apa yang sedang dilakukan lelaki sempurna sepertimu ditempat praktek psikiater, konseling? Apanya yang masih perlu dikonsultasikan?

Perjumpaan perjumpaan kita selanjutnya juga masih kusimpan di folder greatest memori dalam otakku. Kamu merubah Jumat sore menjadi hari favorit sekaligus hari tersibuk buatku. Saat jam dikantor sudah hampir menunjukkan pukul 4 sore, aku sudah mulai sibuk memikirkan berbagai macam jawaban yang bakal aku berikan seandainya kamu mengajukan pertanyaan ini atau pertanyaan itu meski aku tau semuanya cuma pertanyaan basa basi. Paling tidak hal hal sepele ini yang membuatku masih punya alasan sangat kuat untuk terus menemui psikiater botak itu

Hingga pada suatu sore,tanggal 27 Juni. Aku merasakan bumi ini tidak berotasi seperti seharusnya, bumiku tidak hanya berputar pada porosnya dari senja menuju malam, dari Jumat menjadi Sabtu tapi bumi ini sedang jungkir balik 180 derajad.
Kamu mengajakku berbicara, benar benar bicara. Aku dan kamu berdialog, bukan sekedar kamu bertanya lalu aku menjawab kemudian kita berdua diam, selang beberapa detik adegan itu kita ulang dengan pertanyaan yang berbeda. Aku belum berlatih untuk kondisi seperti ini, aku tidak siap. Tidak untuk hari ini pikirku dalam hati!

Aku baru tersadar kenapa semua bisa terjadi setelah aku berhasil melarikan diri sejenak dari padangan matamu untuk melihat sekelilingku. Tinggal kamu dan aku saja diruang tunggu. Tidak ada lagi wanita muda yang biasanya ikut curi curi pandang kearahmu dan semoga saja dia juga tidak akan ada lagi diminggu minggu berikutnya harapku. Setelah aku sedikit merasa lebih tenang, perlahan kebekuan itu mulai meleleh meski sekarang aku jadi lebih takut untuk langsung melihat kearahmu, tiga detik cukup dan bola mataku akan segera berlari marathon menyisir tiap sudut ruang tunggu yang sudah lengang

Continue Reading »

pelajaran akhir tahun

Kemarin siang waktu lagi chek email tiba tiba saja dalam kepalaku ini muncul serangkaian ide yang kayanya seru kalo aku tuangkan jadi sebuah cerpen dan langsung aja aku mulai menuliskannya sampai akhirnya aku merasa sedikit lelah padahal idenya belom habis :) udah ahh..aku lanjutin dikost aja pikirku, kan lebih rileks. Sambil berjalan kaki pulang karena emang warnet langganan ini cuma berjarak berapa ratus meter aja darikost, semua syaraf otakku masih terus berputar mencari alur cerita yang pas.

Sampai kost begitu aku buka kamar..Tek Dung (kaya iklan indosat aja :) ) mataku langsung melotot, kaki dan tangan ini mendadak kaku, badanku sampai kejang kejang, mulut berbusa (wew..emang epilepsi) pokoknya kaget setangah hidup rasanya…Notebook ku ilangggg…. Nda tau dimana rimbanya, aku segera berubah layaknya seorang anggota GEGANA menyisir setiap sudut kamar. Siapa tau itu komputer keselip diantara tumpukan buku atau sengaja ngumpet dibelakang pintu kamar mandi sambil cengar cengir liat majikannya kalang kabut :( tapi hasilnya NIHIL, MR.DELL punyaku bener bener sudah raib dengan meninggalkan sebuah maouse, satu cooler pad dan satu charger

Cuma bisa bengong didepan kost, teringat notebook yang terbang melayang bersama sisa sisa ide cerita yang belom sempat aku lanjutin tadi. Setelah kesadaranku sedikit pulih, aku menelpon seorang sahabatku dengan maksud mau ngomel nih tapi justru saya dapat banyak masukan dari dia. Selain jelas dia bilang “Yahh emang kamu lagi sial tuh, ntar juga mesti diganti yang lebih bagus koq” dan berbagai kalimat menenangkan yang lainnya. Dia juga mengingatkannya aku “Kan dulu kamu aja udah pernah kehilangan sesuatu yang jauh lebih berharga dari ini koq dan kamu bisa ngatasinya. Masa sekarang nda mampu”. Bener juga nih pikirku tapi yang dulu ilang itu kan akhirnya ketemu lagi :)

MR.DELL

MR.DELL

Tenang dulu..aku nda mau berbagi cerita sedih koq disini jadi buat yang baca ini nda perlu nanya gimana sih koq isa ilang? Meskipun jelas aja aku ngerasa sedih kehilangan salah satu hasil keringatku sendiri tapi intinya aku udah rela koq dan udah dapet pelajaran berharga dari sini. Nah pelajaran ini yang mau aku bagikan buat kalian semua yang baca…Begini ceritanya…

Diakhir tahun seperti ini biasanya aku mesti mulai sibuk membuat daftar yang isinya apa apa saja yang pengen aku dapetin ditahun berikutnya. Harus isa beli ini beli itu, mesti dapetin job event nasional, mau buka cabang buat toko sepatu, bikin satu lagi warung makan didaerah yang lebih strategis dan masih panjang lagi tuh daftarnya

Tapi entah kenapa berapa hari ini aku juga kepikiran buat bikin daftar hal hal apa saja yang bisa aku berikan buat orang lain tahun depan..Kalian mungkin juga nda nyadar kan kalo daftar yang isinya seperti ini tuh ternyata pendek banget.. Selanjutnya dengan cita cita yang besar, aku coba cari info soal caranya jadi donor organ. Lumayan kan kalo ternyata masih ada organ tubuhku yang bisa dipake orang lain saat aku mati daripada cuma jadi abu terus dibuang kelaut. Dan dengan kehilangan notebook ini aku jadi mikir ternyata nda usah langsung mikir yang muluk muluk deh mulai dari yang kecil aja dulu, bisa nda kita merelakan sesuatu yang berharga buat kita untuk diberikan sama orang lain karena aku percaya yang ngambil notebook itu pasti lebih membutuhkannya dari aku

Sekarang nda salahnya juga kalo kalian semua juga bikin daftar apa saja yang ingin kalian bagikan buat orang lain ditahun depan… :)

Bukan berarti niat jadi donor tadi aku batalin lho, bagi bagi info ya kalo ada yang tau…

 

dunianyawira

waktu

Aku memang tidak pernah menyapamu tapi bukan berarti aku tidak peduli padamu dan juga jangan kamu anggap aku bisu karena aku bicara tidak lewat kata dan rasa

Lalu saat aku tak menjawab pertanyaanmu itu tidak berarti aku segan mendegarkan keluh kesahmu karena aku selalu ada untukmu tanpa perlu kamu memanggilku. Justru aku heran kenapa kamu pikir aku tuna rungu

Aku pun teringat ketika kamu melimpahkan semua pahit dan getirmu padaku seraya berkata

“Kau selalu terlambat mengajariku”

“Kau terlalu cepat memisahkan kami”

“Kau sama sekali tidak mau berhenti menunggu”

 

Sungguh…aku sungguh telah berusaha untukmu

 

Aku tidak terlambat mengajari bahkan sudah terlalu banyak contoh kusajikan dihadapanmu

Perpisahan yang kau benci tidak datang terlalu cepat hanya saja kamu terlalu erat menggenggam kebersamaan itu

Berhenti menunggu jelas bukan takdirku tapi aku selalu memberi kesempatan tanpa titik dalam hidupmu

 

Kuharap kini kamu lebih mengerti aku

 

 

dunianyawira

Suara Rei melaju dengan kecepatan tinggi keluar dari lubang angin diatas daun pintu kamar mandi dan mendarat beberapa centi dibawah daun telinga seorang perempuan yang hampir saja menjatuhkan mangkuk berisi sayur asam panas yang digenggamnya. Segera ia berjalan cepat setengah berlari menuju arah suara tadi yang sudah memanggil namanya sekali lagi. Pintu kamar mandi itu terbuka dan didapatinya wajah pucat seorang gadis belia, “Darah..darah ma”terputus putus suaranya dengan nada kebingungngan. Senyum simpul sang mama sama sekali bukan jawaban yang diharapkan gadis itu. “Ohh..kirain kenapa, kamu sekarang sudah resmi jadi wanita Rei” jawab mama lagi sambil mengusap lembut rambut hitam anak gadisnya yang baru saja dibaptis dengan darah menstruasi pertamanya menjadi seorang wanita. “Sebentar ya, mama ambilin pembalut”

Perempuan berumur sekitar empat puluhan itu sedang menjalankan ritual paginya, menata meja makan untuk sarapan pagi suami, 2 orang anak lelakinya dan Rei sebelum mereka berangkat kekantor, kampus dan sekolah. Ia sendiri memilih sarapan setelah mereka semua pergi. Pikirannya masih membingkai kejadian tiga puluh menit yang lalu, raut cantik anaknya yang berubah pasi sepucat dinding kamar mandi dengan cat putih murahan menjadi lukisan teramat mahal baginya. Lantas ia biarkan pikiran itu berkelana sedikit lebih jauh membuka album kenangan lama dibenaknya hingga ia temukan bingkai lain yang mempertemukan kembali mata hatinya dengan senyum penuh kebahagiaan ibunya tiga puluh tahun lalu saat ia juga dibaptis seperti Rei pagi tadi. Geli juga rasanya

Gelembung lamunan diatas kepalanya baru pecah bersama suara Rei yang memanggil dari dalam kamar. “Ma pantes berapa hari ini perutku sakit, tulang tulangku ngilu, badanku lebih cepat cape dan emosiku juga ngga karuan” Rei lebih mirip orang ngomel daripada sedang bercerita “Dan ini bakal Rei rasain tiap bulan ya ma?” keluh kesah yang meluncur terus tanpa tanda koma itu hanya dijawab dengan anggukan singkat dari sang mama. “Rei pikir pikir, lebih enak jadi laki laki. Ngga perlu ngerasain sakitnya haid tiap bulan, belum lagi kalo mesti bayangin sakitnya melahirkan” drama pagi hari itu sudah berubah menjadi sebuah monolog karena sang mama malah lebih asyik memperhatikan ekspresi anaknya daripada menyusun sebuah esai untuk membantah resume yang baru saja dipaparkan “Ma..koq diem aja sih! Cape ahh, ngobrol sama mama”

Jarum terpanjang dalam jam dinding sudah berjalan tiga perempat lingkaran sebelum akhirnya perempuan yang lebih tua itu mengajak gadis belianya duduk disampingnya “Rei menjadi seorang wanita itu adalah anugrah. Wanita memiliki jiwa yang kokoh tapi tidak angkuh, membawa rasa peka ketika logika tak lagi bicara dan menjadikan tangisan sebagai kekuatan bukan simbol kecengengngan. Seperti air yang selalu sanggup berubah wujud sesuai wadahnya hingga ada masanya ia juga bisa hadir seperti banjir bandang ataupun tsunami, merobohkan semua pencakar langit yang berdiri menjulang dengan congkak”

Sang mama merengkuh tangan Rei kedalam genggamannya seolah mulai mentransfer semua kekuatan yang dimiliki dalam dirinya “Reinata Anggita Putri, hari ini kamu resmi menjadi wanita dan tidak lama lagi semua kekuatan dalam dirimu akan berlipat lipat saat kamu mendengar jeritan kesakitanmu disambut tangisan anakmu untuk yang pertama kalinya” kembali diam yang menghuni kamar itu, pikiran Rei perlahan mulai bergerak sementara sang mama mengingat kembali betapa bangganya ia saat akhirnya melahirkan seorang anak perempuan yang kelak akan mewarisi semua kekuatan yang dimilikinya bukan lagi hanya peduli dengan marga, nama keluarga atau penerus tahta perusahaan

Continue Reading »

Bulan Desember tak akan pernah terasa sama lagi buatku, bulan bungsu setiap tahun yang biasanya penuh perayaan kudus bagi mereka yang menyambut hari kelahiran seorang yesus atau hingar bingar diseluruh belahan bumi merayakan bertambah tuanya planet tempat kita tinggal ini. Justru sekarang desemberku telah bermutasi dengan tragis menjadi salah satu bulan yang ingin aku hapus saja dari kalender kalender bisu disalah satu sisi dinding kamar, disalah satu tombol shortcut handphone, diantara hiasan diatas dashboard mobil atau jika aku sanggup melemparnya keluar dari uliran syaraf syaraf otakku 

Percuma!! Iya percuma karena itu jelas tidak mungkin aku lakukan. Lebih baik mulai detik ini harus kubiasakan bulan ini dan tanggal itu menjadi kenangan tersendiri yang meringkuk dalam bui batinku seperti seorang narapidana dengan vonis seumur hidup 

Diawal purnama yang kedua belas inilah seharusnya aku memasuki suatu tahapan baru kehidupanku sebagai lelaki dewasa sehingga orang orang disekelilingku akan berkata dengan tulus dan penuh harapan mulia “Selamat menempuh hidup baru”. Hingga datang sebuah kebodohan yang menciptakan bait terburuk dalam rangkaian syair kehidupanku bersamamu dan menyisakan aku sendirian bagai tanda petik yang tergantung diatas sebuah kalimat dengan sebentuk tanda tanya tajam dibagian ujungnya 

Aku limbung berdiri diatas rasa bimbang mengambil keputusan, aku sembunyi dibalik ketakutan akan rasa kehilangan dan aku sungguh galau menentukan arah. Yang mana dan kemana harus kupilih? 

Hari ini ketika bulan terakhir hampir mencapai babak akhir siklusnya, aku dapatkan jawabannya. Segera aku bawa diriku kepantai, berdiri diatas pasir pesisir meluruhkan mahkota arogansiku kedasar telapak kaki kemudian membiarkan ombak melarungnya bersama semua kekeliruan diantara kita kembali kelautan lepas. Sambil menunggumu menghapus jarak ratusan kilometer yang terasa hanya tinggal beberapa jengkal bagiku. Terlambat? Tidak. Tertunda? Iya 

Aku masih berharap padamu untuk bersama melintasi kehidupan ini yang sering terasa asing atau lebih tepat jika aku sebut dengan kata rancu, absurd, abstrak dan sejenisnya buatku. Yang kutahu hanya kehidupan ini menawarkan dua sisi berbeda seperti dua kutub magnet. Terkadang sisi itu terlihat terang namun terkadang juga temaram 

Lantas mereka bertanya apakah aku ragu dengan pilihanku? Sempat kubiarkan ragu itu hinggap dalam kepalaku, mengobrak abrik akal sehatku lalu ia menyamar sebagai bayangan kelam dan hampir saja membunuh pelita nuraniku. Untung aku menemukan dirimu dikedua sisinya, indah… 

Indah selalu menjadi kesatuan huruf yang mempunyai arti paling akurat untuk menggambarkan akhir dari sebuah pencarian jiwaku melewati jalanan terjal dan bergelombang sampai tiba dihadapan jiwamu pula. Membuat banyak mata orang lain melirik iri, mengusik lembaran tipis bibir mereka bergumam cemburu dan menyentil batin satu per satu untuk berbisik lirih “Aku dan engkau adalah jiwa terbelah” 

Bukan..bukan itu artimu untukku!! Kita bukanlah sekeping jiwa yang dibelah terpisah lalu karena kondisi ruang dan waktu yang presisi ditambah komposisi chemistry yang pas, memaksa galaksi ini menyatukan kita kembali. Kemudian apa?

Aku dan dirimu adalah dua buah jiwa utuh yang berjuang menerobos lapisan lapisan atmosfer sampai akhirnya mampu berdiri berhadapan lalu berjalan searah dan berdampingan. Tidak aku didepan menyeretmu dibelakang ataupun engkau dibelakang menggiring aku didepan 

Seperti diceritakan padaku disela sela pertunjukkan sendra tari sang api dari sebuah lampu minyak tua diiringi tiupan irama angin malam yang membawa serta harum teh jahe disebuah angkringan depan rumah kontrakanku

 

Untuk sahabat ter’besar’ku
Yang berhasil merobohkan raksasa keangkuhan dirinya

 

dunianyawira

”Untuk apa kamu minta waktu berpisah sementara? Selama ini kita baik baik saja” suara Clara sedikit meninggi, sedangkan seorang pria yang dipanggil dengan nama Han tadi tetap duduk diam membisu. Tetapi sepasang mata Han jelas mengucapkan ratusan kata pada kekasihnya itu. “Aku heran, alasan kamu sama sekali ngga masuk akal Han“ kata Clara lagi sambil terus menatap tajam langsung kearah jantung lelaki yang sudah dijadikan pelabuhan hatinya selama hampir 14 bulan “Berikan alasan yang jelas padaku selain alasan kamu lebih ingin punya waktu bersama teman temanmu yang sama ngga jelasnya dengan alasanmu..huh..” 

Sungguh aku masih sayang pada Clara, teramat sayang malah tapi aku juga butuh waktu untuk para sahabatku. Sudah lebih dari setahun aku mencoba memahami sifat possesifnya tapi semakin kumaklumi dia justru semakin sulit diajak kompromi. Mengakhiri hubungan ini jelas tak pernah terlintas dalam benakku, terlalu banyak kelebihan yang dimiliki seorang Clara jika dibanding dengan kekurangannya yang satu ini itupun aku terpaksa menyebutnya kekurangan. Terkadang aku baru menyadari jika rasa sayang seseorang pada kita juga bisa menjadi sebuah boomerang yang sulit sekali kita hindari. Tapi aku sudah memutuskan aku akan mengambil jalan tengah ini karena bagiku inilah yang terbaik buat aku dan dia, bukankah waktu selalu menjadi guru yang paling bijaksana bagi siapa saja 

Han teringat dengan semua pemikirannya selama hampir 2 minggu terakhir ini yang akhirnya membawa dirinya pada keputusan untuk meminta berpisah sementara pada kekasihnya agar mereka bisa saling instropeksi. Dan sekarang tepat dihadapan Clara, semuanya jadi kacau. Semua argument untuk mendukung keputusannya yang sudah dihapal sampai luar kepala justru benar benar diluar kepala, terbang entah kemana. “Kamu ingin kita putus han?” suara Clara kini terdengar lirih dan berat, seberat kantung kelopak matanya yang sudah penuh dengan air mata dan tinggal menunggu tumpah.”Ohh..nda, nda sama sekali. Aku lho masih suayang banget sama kamu Nis” sahut Han cepat yang jelas kaget mendengar pertanyaan pacarnya “Tapi ya itu tadi..aku pikir..” 

“Tapi apa? Apa? Ujung ujungnya juga putus kan?” ucapan Clara membuat Han tak sempat menyelesaikan kata katanya tadi dan sekarang semakin sulit bagi Han untuk mengatakan maksud sesungguhnya karena Clara sudah mulai terisak pelan, pelan lalu makin keras, keras dan akhirnya pecah sudah semua gelembung penuh air mata yang daritadi tergantung diwajah Clara. Tangisan Clara langsung membawa tubuh Han berdiri dan segera memeluk bahu kekasihnya itu yang terlihat terus bergetar naik turun mencoba menahan isak tangisnya sendiri. “Sudah jangan nangis to, wong tadi aku udah bilang kan, nda bakal kita ini putus”Han mencoba menenangkan Clara dengan suara lembut dan logat Jawanya yang memang tidak pernah bisa hilang. ”Makanya dengerin dulu penjelasanku sebentar Nis, lha tadi aku belum kelar ngomong kamu sudah cepet cepet motong kaya mikrolet aja. Iya to” Han merasakan tubuh kekasihnya sudah mulai tenang dan akhirnya sebuah anggukan kepala Clara membuatnya juga ikut merasa tenang

  Continue Reading »

Semalem sempat blogwalking dulu sebelum tidur terus mau langsung bikin posting hasil jalan jalan tadi tapi mata saya sudah benar benar minta diistirahat dahulu. Soalnya sedari siang sepasang mata ini saya suruh kerja rodi, mulai dari ngeliatin layar monitor buat revisi proposal terus langsung disambung dengan melototin bola bola billiard selama kurang lebih 3,5 jam jadi baru sekarang bisa bikin postingnya 

Saya menemukan sebuah tulisan yang isinya menarik untuk saya bahas sedikit lebih jauh tentang ketakutan para wanita terhadap meningkatnya angka perselingkuhan yang dilakukan oleh kaum adam( ini judulnya “apa setiap laki2 pasti selingkuh“). Walaupun saya bukan seorang sarjana apalagi professor dibidang ini karena memang belum saya temukan universitas dengan jurusan teknik selingkuh atau manajemen wanita simpanan tapi ngga ada salahnya saya memberi sedikti informasi dari sudut pandang para lelaki termasuk saya

Memang benar jika dibilang perselingkuhan lebih banyak dilakukan oleh kaum saya, makanya saya berani bilang 7 diantara 10 pria terbukti pake ‘kotex’..upss maksudnya selingkuh dan jika ditanyakan alasannya, maka kurang lebih anda akan mendengar jawaban seperti ini: 

  1. Siapa sih yang ngga bosen tiap hari mesti makan beef steak, sekali kali boleh lah makan pecel lele dipinggir jalan (dengan pasang wajah seolah hal itu normal banget)

  2. Aku sama sekali ngga pake perasaan koq sama cewek itu, cuma nafsu aja rasanya.Emang ini juga termasuk selingkuh? (sekarang pasang tampang bloon deh)

  3. Waktu itu kan alcohol yang berbicara jadi aku ngga sadar (diganti lagi pake muka innocent)

  4. Habis siapa suruh kamu curiga terus aku selingkuh, daripada dicurigain terus mendingan selingkuh aja sekalian (sambil teriak teriak plus pake topeng gambarnya sumanto biar serem)

  5. Yah mau gimana lagi, kan bukan aku yang minta dikasih tampang cakep begini jadi wajar aja klo cewek cewek yang datang menggoda diriku. Ibarat kucing dikasih ikan asin juga ngga bakalan nolak (langsung merasa dirinya sodaraan tiri sama brad pritt)

  6. Ngga masalah donk variasi sedikit, yang penting botolnya tiap malem tetep pulang rumah soal isinya tumpah sedikit dijalan kan emang masih wajar (sambil terus ngelirik jam, takut kalo udah mesti pulang kerumah dan ngga sempat buang isi botolnya dijalan) 

Tentu saja daftar diatas akan terus bertambah panjang karena emang pada dasarnya manusia tidak mau dianggap salah jadi biar udah ketangkap basah sekalipun tetep aja cari alasan yang ujung ujungnya buat membenarkan diri sendiri..BETULL..(eh…koq jadi kaya Dai sejuta umat ya). Dan lantaran sudah lebih dari separo pria dimuka bumi ini selingkuh atau minimal pernah selingkuh, maka yang membedakan diantara mereka sendiri hanya kadar selingkuhnya seberepa : (pasangan anda atau anda sendiri punya kadar selingkuh seberapa?)…

Continue Reading »

koMArupsi

Jam dinding sudah menunjukkan pukul 6.25 saat terdengar suara komar berteriak “Ma, komar udah mau brangkat sekolah nih. Mana uang sakunya?” sambil berlari kecil kearah dapur mencari sang mama. “Iya, ambil aja sendiri sana 1000an dilaci almari mama” balas si mama dari balik aroma secangkir kopi yang habis diseduh khusus buat suami tercinta. “Oya, ma. Komar semalam lupa bilang kalo hari ini mesti bayar buat beli buku pelajaran bahasa Inggris harganya 25ribu. Ambil sekalian ya?” komar kembali menjerit “Hah..larang banget..eh mahal amat bukunya mar?” maklum mamanya komar emang asli Wonosari jadi kalo kaget sering keluar lagi bahasa jawanya. “Yahh..mama payah nih, namanya juga buku bahasa inggris. Pasti mahal donk kan itu bahasa asing jadi bikinnya juga lebih susah, understand?” gaya komar sok ngejelasin kemamanya pake bahasa inggris pula biar mamanya tambah yakin kalo anaknya udah kaya bule asli. “Ohh..ok ok, I now deh klo gitu mar” jawab mama ngga mau kalah. “Hehehe..i love u mom” cengir si komar “Udah ah keburu telat ntar kamu. Pake lop lop segala,emang mama kaya susi susanti jago lop lop gituan” 

Diruang kelas VI, SD Budi Pekerti terdengar suara ibu guru “Anak anak nanti setelah istirahat kita mulai pelajaran bahasa inggris, kalian sudah menyiapkan uang 15ribu untuk membeli bukunya kan?”. “Sudah bu guru” serempak murid murid menjawab penuh semangat sedangkan komar malah sibuk membayangkan mobil mobilan model transformer yang bakal dibelinya sehabis pulang sekolah nanti. “Teng..Teng..Teng..” suara bel istirahat mulai terdengar (susah ya bedain suara bel ama suara tukang bakso langganan kamu :) ) bocah bocah itu pun segera berhamburan keluar 

 Lalu terlihat dibawah salah satu pohon semangka berdaun sirih (oii penulisnya ngantuk nih, emang ini sekolahan punya broery pesolima :) ) maksudnya pohon mangga, terduduk komar dan sahabatnya yang bernama udin “Eh mar ntar kamu jadi ngga beli transpormer yang kemaren?” tanya udin sembari rahangnya terus bergerak mengunyah roti pisang coklat. “Ya iya lah..masa ya iya donk, kamu temenin ya din?”jawab komar. Mengangguk si udin lantas berkata “Wah.. udah komplit sekarang koleksi mobil transpormer kamu mar?”. “Transformer! susah amat sih bedain f ama p nih anak.“ komar bicara lagi “Masih kurang satu din, yang megatron. Paling mahal tuh, makanya sekarang aku lagi mikir gimana cari duit buat belinya;“ wajah komar berubah lebih serius “Hmm..iya mar, aku juga mikir dari tadi“ jawab udin dengan muka ngga kalah serius. “Kamu emang teman sejati din, ngga rugi barusan aku traktir roti pisang coklat“ komar menepuk nepuk pundak karibnya yang bertumbuh gempal itu lalu kembali diam dan berpikir

Continue Reading »

« Halaman SebelumnyaHalaman Berikutnya »