Archive for the 'dunianya cinta' Category
Fajar sudah mulai mengintip sehabis hujan memandikan bumi semalam. Tubuh seorang lelaki tampak terbaring diatas lantai hanya kepalanya yang bersandar dikasur. Matanya pelan pelan terbuka lantas ia mulai berbincang bincang akrab dengan sinar lampu diatas wajahnya, entah apa yang sedang mereka obrolkan hingga laki laki itu tak mempedulikan seisi ruang kamar berukuran 3×4m itu yang [...]
Seiring bumi yang terus berputar mengitari matahari membuatku berteman dengan terang dan bersahabat dengan malam. Dari bagian mikro siklus kehidupan ini kutemui serpihan kisah perjalanan seorang pengelana berjubah sederhana…
Pengelana terus berjalan kearah barat mencari pelita kesadaran untuk mencerahkan wajah dunianya yang sedang dihiasi awan mendung bagai kelambu tipis diatas peraduan. Aroma wangi tanah sehabis hujan [...]
Kubentuk sebuah orkestra dari desir angin lantas kutiupkan padamu sembari kuperintahkan mereka bersenandung lembut mengantarmu terlelap dalam buai aroma cinta yang memenuhi rongga nafasmu
Kukirimkan pula selembar selimut berbahan arak arakan awan putih untuk membalutmu hingga engkau lebur bersama kesejukan nyanyian rinduku
Tetapi aku enggan menjadi bayang bayang yang selalu mengikuti langkah kakimu karena itu tak akan [...]
Seperti dibisikkan padaku lewat celoteh angin dikala gelap masih menyetubuhi bumi, sepenggal percakapan antara peri bermahkota berlian dengan seorang lelaki pengelana berjubah coklat muda
Saat pengelana mendekati sang peri terlihat mahkota berlian diatas kepalanya tampak kusam walau ketajaman karatnya tidak sedikitpun berkurang. Turun kebawah didapati wajah peri sedang murung, senyum renyah yang semestinya menjadi penghangat terasa [...]
Seperti dikisahkan padaku tentang seorang lelaki tanpa nama yang mencoba membingkai jantungnya untuk dijadikan persembahan pada peri perempuan yang saat ini menjadi penguasa jiwanya
Matahari terusik dari tidurnya kala rembulan mulai berjalan pulang dan duduk hening seorang laki laki dibawah siraman lampu kota Jogja
Terjepit disela bibir sebatang Gudang Garam filter tanpa bara diujungnya. Pikiran lelaki itu [...]
Ramah menyapa kulit batangku sinar mentari pagi ini
Angin pun membelai mesra setiap helai rambut di pucuk pucuk rantingku
Tengoklah sekelilingku begitu sempurna istana baruku
Nyanyian para bidadari terlantun menjelma dalam gulungan ombak
Aku sungguh beruntung tumbuh ditanah tempat dewa dewa memanjakan diri mereka
Akarku harus segera kutancapkan lebih dalam biar menyatu bersama para humus
Namun sepi masih kerap menjamah kala rembulan menikahi malam
Daun [...]
Setiap tatapan yang terlahir dari tarian bola matamu,menyanyikan kidung damai mengusap lembut warna coklat jiwaku..
Aroma baru wewangian tubuhmu belum lekat dihidungku namun mampu membius lidahku kelu tak bersuara..
Rasa ini telah kupenjara lebih dari seribu hari dan kini haruskah kubiarkan berlari bebas atau tetap berteriak diantara sekat dinding egoku..
Aku dengar goresan kuas hatiku melukis kembali manis [...]
Apabila semua rasaku padamu adalah sayang,telah kupanggil benci mengapa ia tak kuasa membunuhnya..
Membayangkan engkau menjadi rembulan setia mengitari bumi,bumikah aku..
Enggan kehilangan dirimu,memilikimu tak juga puaskan jiwamu ..
Lari aku menjauhimu,melekatkan bayangmu ditiap langkah kaki ini..
Ingkari seluruh haus rinduku padamu hingga dahaga akanmu merajaiku..
Awan sahabatku menyapa lembut lewat hujan,kenapa gerimis terasa dikulitku..
Berikut ini adalah artikel dari seorang sahabat dunianyawira yang dikirim kesaya via email.Pantas disimak dan bisa dijadikan bahan acuan bagi anda yang sudah berpasangan atau sedang berusaha untuk mencari belahan jiwanya (tau juga nih saya masih jomblo makanya dikasih artikel begini ) agar anda terbebas dari bahaya terbutakan oleh cinta dan ditulikan oleh sayang
Artikel ini [...]

































