Cerita ini sudah saya baca beberapa waktu yang lalu dan mungkin anda juga sudah pernah membacanya atau mungkin mendengar sebelumnya tapi tidak ada salahnya jika saya hadirkan kembali disini karena saya sendiri tanpa sengaja membaca ulang kisah ini dan menemukan kembali arti yang begitu cantik darinya, semoga saja nantinya juga akan berguna bagi anda
Berawal disebuah kerajaan tempo dulu, dimana sang raja terkenal amat budiman bersama sang patih yang sangat bijaksana. Mereka berdua layaknya seperti sahabat. Kemana sang raja pergi maka patih akan senantiasa menemani namun ada sesuatu yang belum bisa dipahami oleh raja soal kebiasaan patih berkata kata” Selalu ada hal baik dalam semua kejadian” karena menurut raja sendiri pasti ada kejadian buruk yang tidak mengandung niat baik seperti pembunuhan, perampokan atau masih banyak lagi
Suatu mereka berniat untuk pergi berburu, saat itu sang raja sedang mengasah tombak kebesarannya dan tanpa sengaja ia melukai ibu jari tangannya sendiri. Sambil menjerit kesakitan, sang raja masih sempat menanyakan pada sang patih tentang kejadian yang menimpanya barusan. “Selalu ada hal baik dalam semua kejadian” jawaban itu lagi yang diterima sang raja dari patihnya, tentu saja jawaban ini membuat raja naik pitam dan tanpa pikir panjang ia memerintahkan para pengawal istana untuk mengirim patih tersebut kedalam penjara. “Bagaimana patih, apa yang sekarang ingin kau katakan?” kata sang raja dengan wajah sinis berharap sang patih akan mengakui kesalahannya. “Selalu ada hal baik dalam semua kejadian” masih tetap jawaban yang sama yang diterima sang raja dari patihnya. Sang raja yang bertambah jengkel, meninggalkan patih dalam penjara dan pergi berburu seorang diri
Pada saat berburu sendirian, sang raja tidak dapat menemukan hewan buruan segampang biasanya saat ia berburu bersama sang patih. Rupanya tanpa sepengetahuan raja, patih telah menyiapkan binatang binatang yang telah dilukai kakinya untuk dijadikan binatang buruan bagi sang raja sebelum mereka berangkat berburu. Tapi kali ini tidak bisa karena sang patih harus mendekam dipenjara. Hingga akhirnya menjelang sore hari sang raja baru bisa menemukan seekor kelinci untuk diburu, karena begitu gembira sang raja terus memburu kelinci tersebut hingga tanpa disadari ia telah melewati batas kerajaannya sendiri dan memasuki daerah kekuasaan suku kanibal yang terkenal buas. Akhirnya bukan mendapatkan kelinci sebagai hasil buruan justru sang raja tertangkap oleh suku kanibal tersebut
Sang raja pun hendak dijadikan santapan malam oleh kepala suku kanibal tersebut, sebelum sang raja dipanggang dan selanjutnya disantap bersama sama. Kepala suku kanibal terlebih dahulu memeriksa kondisi calon hidangannya, begitu selesai memeriksa kondisi sang raja. Kepala suku justru melepaskan sang raja karena mereka dilarang memakan manusia yang memiliki cacat dibagian tubuhnya, maka selamatlah nyawa sang raja kali ini lantaran luka diibu jarinya tadi. Sang raja jadi teringat dengan kata kata patinya “Selalu ada hal baik dalam semua kejadian”. Begitu kembali keistana sang raja segera membebaskan sang patih
Every day may not be good, but there’s something good in every day
semoga semua mahkluk berbahagia
dunianyawira


































Februari 9, 2009 at 6:38 pm
persis spt apa yang saya alami. meskipun blog saya di curangi someone tapi….saya tahu ada hal baik di balik kejadian itu. hal baiknya adalah : jangan mudah percaya sama orang lain.
Even, saya dipacu untuk membuat blog lagi tanpa bantuan orang lain. BIarpun hasilnya ‘cupu’, tapi itu karya sendiri.
btw, link blog lama diganti saja ya dgn link blog baru saya. karena blog lama mau dihapus. terima kasih.
Februari 10, 2009 at 12:01 am
wah cerita dari mana nie?
Februari 12, 2009 at 12:30 pm
nice post.. mengingatkan kita utk tidak menggerutui setiap peristiwa yg terjadi pada diri kita