Tak perlu kusebutkan siapa namaku karena engkau pun tak akan mengingatnya nanti meski mungkin kita pernah bersua dan berbincang beberapa detik dalam kehidupan ini. Aku hanya seorang bocah yang belum genap sepuluh tahun menghuni dunia ini, masihlah panjang perjalananku kali ini sahabat dan inilah selembar cerita tentang hari hariku…

Setiap pagi kusaksikan barisan belia seusiaku berlarian dengan seragam merah putih tampak begitu penuh semangat mencari ilmu sebagai bekal masa depan mereka sedangkan aku berpacu dengan matahari mengumpulkan logam recehan agar siang nanti kupastikan lambung keciku ini tak akan kosong. Jadi tolong jangan kau tanyakan padaku tentang masa depan? karena itu hanya bagai lukisan abstrak dalam kepalaku…

Apakah aku iri pada mereka? Jelas iya tetapi aku tidak mengeluh karena itu percuma lebih baik kuhadapi hujaman terik mentari yang tidak lagi terasa menyengat dirongga pori poriku. Coba tengoklah sendiri, sekujur tubuhku sudah legam kini. Jadi kumohon jangan kau iba padaku! karena lebih baik kau ajarkan padaku cara merubah hidupku…

Aku tidak pernah bisa memilih siapa yang akan menjadi kedua orang tuaku, yang kutahu cinta mereka berdualah yang menghadirkan aku disini. Sudah pasti tak mungkin kuharapkan warisan materi dari mereka tetapi semoga mereka tidak akan membiarkan miskin pula jiwaku. Itu lebih menyakitkan dan hanya akan membunuhku perlahan…

 

Masih ada puluhan, ratusan bahkan sekarang ribuan anak anak seperti aku. Terpaksa maju kemedan perang kehidupan yang teramat kejam dengan tangan hampa dan jiwa kosong. Seperti serdadu tak bersenjata dan yang paling parah tanpa sedikit pun semangat untuk menang. Haruskah bertambah banyak anak anak yang berdiri dibelakang barisanku… 

Kesadaran telah menghampiriku kini biarkan ia menyapa kalian. Padamu teman teman seperjuangan, jangan habiskan waktumu dengan meratapi nasib karena belum terlambat dan tak akan pernah terlambat untuk berubah. Mereka para orang tua, membentuk mental yang kaya jauh lebih berharga daripada meninggalkan setumpuk uang didepan mata kami. Dan buat kalian yang punya kehidupan lebih baik dariku sekarang, jadikan sepotong kue kehidupanku ini sebagai sarapan jiwa kalian…. 

seperti diucapkan padaku lewat tatapan mata seorang anak bertubuh mungil disalah satu sudut perempatan berarus padat yang begitu ganas menggilas semua harapannya rata dengan aspal dibawah kaki telanjangnya

 

dunianyawira


  1. Wah…salut saya…andai bisa…aku bertemu mereka…aku berjongkok dihadapan mereka…kupegang tangan mereka,kuberi mereka kekuatan,ataupun bersama mereka makan siang disebuah warteg pinggir jalan…biar kulihat binar bahagia dibalik wajah sahaja…tapi aku yakin hati mereka jauh lebih putih,hati mereka jauh lebih tegar,lebih bijaksana karena tempaan hidup,mengasah mereka menjadi pribadi yang berbeda,hanya sayang mereka tak mengejam pendidikan,bagaimana kehidupan mereka kelak,apakah harus terus dipinggir jalan?jadi hiasan kelap kelib lampu ibukota?Apakah pemerintah kita tak punya cara,untuk membantu mereka?

    Kesenjangan begitu terasa,tak adil memang buat mereka,tapi aku juga tak punya jalan untuk menyelamatkan mereka,hanya sepenggal doa kukirim buat mereka,semoga dalam kesederhanaan mereka juga dapat menikmati setitik kebahagian,setitik cahaya,dan kuharap akan dan datang, orang-orang yang mau membuka mata dan hati,merangkul mereka.:D

    Renungan yang menarik!

    dunianyawira says: mereka pun mendapatkan pelajaran langsung dari kehidupan ini dan semoga dari sini mereka belajar untuk mendapatkan kehidupan lebih baik sekarang dan dikehidupan selanjutnya

  2. Masa kecil kurang bahagia, ato bahkan tidak bahagia sama sekali. Banyak cerita menyentuh tentang anak jalanan…

    dunianyawira says: ini juga cuma sepotong koq semoga saja bisa berguna buat banyak orang juga

  3. Sepotong kue untuk jiwa… sangat menyegarkan dan menambah kekuatan…
    thanx,
    salam

    dunianyawira says: salam kenal juga…senang rasanya bisa berbagi kesegaran dan kekuatan dengan anda :)

  4. sangat menarik…
    melihat dunia dari sisi sang anak

    pedih menghadapi dunia tapi tetap tegar..

    dunianyawira says: thanks..kita pun juga bisa belajar banyak dari mereka yang masih jauh lebih muda dari kita :)

  5. selamat mengikuti 1st IBSN™ Blog Award.. ^_^

    dunianyawira says: makasih mas cantigi

  6. sepotong kue bagi kita
    tapi setumpuk hadiah buat mereka

    dunianyawira says: betul banget om, terkadang kita juga nda menyadari kalo kita sudah punya banyak tapi masih kurang bersyukur :)

  7. menarik sekali.. saya terkagum2 membaca tulisan ini ^_^ representasi terhadap anak-anak jalanan. i give my vote for you ^_^

    dunianyawira says: thanks sudah pilih cerita saya…sekedar mencoba melihat dunia dari sisi yang berbeda :)

  8. keren . .

    dunianyawira says: makasih banyak :)

  9. ika

    salam kenal..
    senang bisa membaca postingan anda.
    salut untuk tulisan ini. :)

    dunianyawira says: salam kenal juga ika.. saya lebih senang kamu mau sempatin waktu buat baca tulisan saya :)

  10. selamat dah jadi pemenang IBSN Award.. salam kenal ya

    dunianyawira says: makasih mas klowor :) salam kenal juga ya

  11. wah selamat bung wira untuk 1st IBSN Favorite Article,,, keep spirit.. :)

    dunianyawira says: thanks mas..jadi tambah semangat nih :)

  12. WAaah..mengharukan :(

    pantas meang IBSN,, NIce story!

    dunianyawira said: makasih mba..tulisan itu memang untuk berbagi pada semua koq..udah ada yang gelombang dua tuh..coba ikutan mba :)

  13. mr.good

    crezy… orang yg selalu kejam sama saya di meja bilyard bisa nulis tulisan yg menyntuh hati kek begini… wes gitu menang award pisan ….crezy crezy…..wkekekeke….. ISTIMEWA sampeyan mas lale!!! top2…..

    dunianyawira said: hahahah kan semua orang pasti punya dua sisi kehidupan bro.. :)

  1. 1 #1 IBSN™ Blog Award Article | Kurang Kerjaan!!!!™

    [...] sepotong kue untuk jiwa http://gajahpesing.kabarku.com/ [...]

    dunianyawira says: thanks mas udah didaftarin :)




Leave a Comment