Krisis yang terjadi dinegri paman sam sekarang sudah menjadi topik pembicaraan hangat disemua kalangan,mulai dari eksekutif sampai orang orang yang tingkat pendidikannya tidak cukup untuk mengetahui berbagai istilah dalam dunia ekonomi seperti saya contohnya
Beberapa hari yang lalu saat makan malam bersama teman teman,kami juga sempat telibat obrolan mengenai krisis ini karena kami semua sudah bekerja jadi mau tidak mau efek dari krisis di Amerika juga kami rasakan dan dari obrolan itu ternyata saya menemukan yang krisis yang lebih parah dari krisis di AS yaitu saat tidak ada satu pun dari kami berlima yang mengetahui alur cerita terjadinya krisis tersebut.Krisis pengetahuan lebih parah dari krisis ekonomi boss
Makanya langsung pada malam harinya saya sempatkan kewarnet untuk blogwalking mencari segala info mengenai krisis di amerika.Mencari informasi dengan metode blogwalking menurut saya jauh lebih mudah daripada pake search engine soalnya diblog bahasa penyampaian untuk informasi yang kita cari jauh lebih mudah dimengerti dan lugas kaerena keberadaan blog itu sendiri yang sifatnya individual dan independen
Kembali kemasalah krisis tadi,informasi yang saya dapat dari hasil mampir sana sini ke”rumah rumah” blog sahabat dunianyawira ternyata sangat lengkap dan akurat dan sekarang saatnya saya bagikan kepada anda semua supaya anda tidak mengalami krisis pengetahuan seperti saya sebelumnya
Saya beruntung bisa singgah dirumahnya mas edison di janganserakah.com disini saya disuguhi secara lengkap serba serbi tentang krisis di amerika
Menurut beliau krisis ini berawal pada saat tahun 2001,Fed(bank sentral-nya AS) menurunkan suku bunganya sampai tinggal 1% dengan alasan untuk menaikkan tingkat pertumbuhan ekonomi disana yang kala itu dilanda resesi.Dengan cara ini diharapkan minat menabung penduduk AS akan menurun sehingga mereka akan lebih memilih menginvestasikan uangnya daripada ditabung (percuma ditabung,bunganya dikit). Penurunan suku bunga tabungan juga pasti diikuti dengan menurunnya suku bunga kredit atau pinjaman dari bank kepada masyarakat sehingga mereka yang berprofesi sebagai pengusaha jadi lebih berani mengambil kredit dari bank untuk mengembangkan usahanya,sedangkan yang lain juga lebih berani mengambil kredit untuk konsumsi pribadi atau investasi (beli rumah atau mobil)
Sekarang krisis yang dialami amerika muncul dari sektor propertinya,karena para pengembang properti mendapatkan kemudahan untuk mengucurkan kredit maka mereka mulai berekspansi sedangkan para konsumennya juga meningkat daya belinya (kan KPR nya murah
) hal ini tentu saja tidak bisa berjalan beriringan,seperti kita tahu bisnis properti memerlukan jangka waktu relatif panjang untuk proses produksinya sehingga harga properti mulai naik dan akhirnya melambung tinggi
Kenaikan harga properti pada waktu itu menciptakan peluang bagi sebagian masyarakat disana untuk melakukan “re-financing“,mereka bisa mendapatkan tambahan dana kredit dengan jaminan properti yang sama kemudian tambahan ini ada yang dipakai untuk kebutuhan lain atau “diputar” lagi dalam investasi properti yang lain karena mereka melihat harga properti yang terus melonjak.Terulangnya kondisi seperti makin membawa harga properti tinggi menjulang bak gedung pencakar langit
Ditambah lagi banyaknya para penyedia KPR yang mulai “membabi buta” lantaran tergiur dengan bunga jangka panjang yang didapat dan jaminan properti harga tinggi dari memberi KPR sehingga tidak jarang mereka tetap mengeluarkan kreditnya kepada para kreditor yang tidak layak secara finansial sekalipun
Kemudian muncul lagi ARM (Adjustable Rate Mortgage) masih sejenis KPR cuma bedanya dalam kredit ARM akan diberikan bunga sangat rendah pada 2-3th pertama dan di tahun tahun selanjutnya akan naik lebih tinggi dari KPR biasa.Segera saja ARM menjadi idola baru masyarakat AS yang memang sudah sangat terkenal sebagai masyarakat konsumtif,mereka berpikir dalam 2-3th lagi harga properti pasti sudah akan naik lagi jadi nantinya saat mereka harus membayar bunga lebih tinggi mereka kembali bisa melakukan re-financing seperti sebelumnya atau dijual aja juga udah untung koq (mikirnya untung melulu
)
Disusul kemunculan CDO (Collateralized Debt Obligation) akibat dari mulai kewalahannya pihak penyedia dana KPR.CDO ini sama dengan obligasi,dasarnya adalah KPR yang dipegang pihak penyedia dana KPR.Gampangnya gini,bank yang memberikan KPR mulai kehabisan dana segar sehingga mereka menggadaikan surat jaminan yang dimiliki dari para kreditor kepada bank atau penyedia dana lain untuk mendapat dana segar lagi yang selanjutnya dikucurkan lagi untuk KPR berikutnya.Kalo habis lagi ya mereka bikin CDO dengan jaminan yang baru mereka dapat dan proses ini terus saja diulang ulang
Inilah cikal bakal terjadinya krisis yang melanda Amerika,seperti yang saya dapatkan dari mas edison dalam artikelnya yang berjudul Cerita di Warung Soto: Subprime, Subprim, Supri dan Supir (1) selanjutnya nanti akan kita lihat bagaimana elemen elemen tersebut bekerja sama menciptakan krisis LUAR BIASA yang mampu menggoncang negara sebesar amerika
Dan setidaknya krisis pengetahuan anda dan saya sudah sedikit teratasi bukan? tidak bakalan hanya menggelengkan kepala saat ditanya darimana munculnya krisis yang lagi ngetrend ini
dunianyawira


































Oktober 14, 2008 at 4:52 am
iya terima kasih om, setidaknya saya dapat info akan latar belakang krisis yg terjadi di amerika.
salam…